Laman

Senin, 27 Desember 2010

Just Dreaming by NN (No Name) Part 1 --> Justin Bieber

Siapa coba yang gak kenal sama Justin Bieber?! Bintang Amerika yang suara dan tampangnya yang cakep itu dapat memikat seluruh hati para wanita di dunia. Fans Justin Bieber juga tidak sedikit lhoo di Indonesia... Salah satunya temanku Anggita, dia Bieber sejati! Inget aja waktu kita jalan-jalan ke Bandung. Dia pengen cari buku tentang Justin Bieber yang judulnya ane kaga tau apa, eeehh... dikira mau dibeli tuh buku seharga Rp 200.000,00.- ternyata cuma pengen foto sama tuh buku... Tapi sedihnya, dah dicari-cari tuh buku kaga ketemu...
Oke, kembali ke lappy.. Ane punya catatan, yang sebenernya sih dari grup Justin Bieber Indonesia dari Facebook. Tapi ane juga mau sharing lebih luas untuk kalian semua. Memang dalam grup ceritanya di pecah jadi 10 Part. Tapi, ane pisah aja jadi 3 Part aja deh.. Dah, baca nih ceritanya oke....

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Just Dreaming by NN ( No Name ) Part 1

 

Jika setiap orang melihat dirimu, tidak akan tersirat kata ‘kurang’ diotaknya. Ya, memang begitu nyatanya, kamu terlihat sempurna dimata semua orang. Kamu anak berprestasi, Cantik, dan hal2 membanggakan lainnya terdapat dalam diri kamu. Tapi, tahukah orang-orang itu bahwa kamu menyimpan sesuatu yang sangat berat hingga kamu tak sanggup lagi memikulnya?

“Thanks god, It’s a new day! Let’s start with a new spirit” Itu yang selalu kamu ucapkan setiap pagi setelah bangun tidur, kamu selalu bersyukur akan hari baru yang tuhan berikan untukmu. Mungkin bagi orang lain, hari baru itu biasa saja. Tapi buatmu, seorang gadis 14tahun yang menyidap Emfisema, Penyakit paru-paru yang mengerikan, hari baru adalah anugrah. Sejak 3bulan lalu, kamu diperkirakan oleh dokter bahwa kemungkinan untuk bertahan hidup sudah sangat kecil, kecuali ada keajaiban datang menghampirimu. Memang hidup yang berat untuk seorang gadis yang baru berumur 14tahun. Remaja2 seusiamu biasanya sedang asik2nya menikmati hidup, tapi kamu harus berjuang bertarung dengan sebuah penyakit untuk bertahan hidup, memanfaatkan sisa hidupmu untuk melakukan hal2 yang berguna untuk orang lain. Ya, Memang kadang hidup ini tidak adil untukmu. Kamu selalu berdoa setiap malam, berharap keajaiban datang menghampirimu. Kadang, kamu merasa lelah akan semua ini bahkan kamu pernah meminta dalam doa “Ya tuhan, mengapa engkau tidak ambil saja nyawaku ini? Mengapa engkau terus menyiksa setiap nafas yang aku hembuskan? Sampai kapan aku akan terus tersiksa seperti ini?” tapi setelah kamu berdoa seperti itu, kamu menyesal sendiri. Kamu berbicara pada dirimu sendiri “Hey *namamu* knpa kamu tdk pernah bersyukur? Perjuanganmu gak boleh berakhir disini, kamu harus menjadi sesuatu sebelum nafas terakhirmu berhembus. Kamu harus membuktikan pada semua orang bahwa seseorang yang sakit pun bisa mencapai mimpinya, seenggaknya kamu harus buat kedua orangtua mu tersenyum” walaupun kamu menyidap penyakit mengerikan, kamu punya sebuah mimpi besar. Mimpimu yang pertama yaitu, ingin membuat orang2 disekitarmu bangga padamu, terutama kedua orangtuamu. Yang kedua, kamu sangat ingin menjadi orang yang berguna sebelum kamu menghembuskan nafas terakhir. Yang ketiga, kamu ingin pergi dalam keadaan tenang dan senyum tentram tanpa beban.
Pukul 6.30 mama kamu memanggilmu “*namamu* ayo sayang berangkat, nanti kamu kesiangan” dengan penuh semangat kamu berlari kebawah. Sarapan, Pake sepatu lalu pamit pada orangtuamu. Orangtua-mu sangat menyayangimu, setiap melihat semangatmu mereka selalu berdoa dalam hati “Kami harap semangat bidadari kecil ini tidak akan pernah padam” 
Kamu tiba disekolah, Kamu adalah anak yang ramah. Setiap orang yang kamu temui selama perjalanan dari gerbang sekolah sampai ke kelas mu selalu menyapa mu. Tidak ada yang mengetahui tentang penyakit mu kecuali anggota keluarga dan pihak2 tertentu. Dalam 3 bulan terakhir ini, kamu menjadi anak yang pendiam. Setiap orang bertanya kenapa kamu berubah, kamu selalu menjawab dengan senyum sambil berkata “gapapa. Kok kayaknya aneh bgt ya kalo gue jadi pendiem gini?haha. Gue Cuma mau focus aja kok, bentar lg kita UN” hanya itu yang kamu ucapkan, padahal diluar jawaban itu terdapat sebuah jawaban yang sangat mengenaskan. 

Bel pulang sekolah berbunyi……..

Kamu selalu suka hari jumat, karena besoknya kamu libur. Sampai dirumah, kamu ganti baju lalu seperti biasa langsung buka laptop dan browsing. Tiba2 kamu tertarik pada sebuah video di youtube ( Ini videonya : http://www.youtube.com/watch?v=cmvbJFWKDJQ&feature=rec-LGOUT-exp_stronger_r2-2r-24-HM ) Justin Drew Bieber. Kamu hanya sebatas tau tentang dia, tapi tidak pernah mengetahui tentang jalan hidup dan perjuangannya. Selesai menonton video itu, kamu tidak sadar airmata membasahi pipi mu. Kamu tidak menyangka ternyata seorang Justin Bieber yang sekarang memiliki jutaan fans, dulu dia pernah merasakan titik yang paling berat dalam hidupnya. Orangtuanya bercerai, itu bukan hal yang mudah untuk dilewati seorang anak ketika melihat kedua orangtuanya berpisah. Lalu, dia ngamen didepan toko untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup. Hingga sekarang dia berhasil meraih 4 penghargaan dalam satu malam (Acara America Music Award) kamu sangat tertarik dengan justin bieber karena perjuangan dan semangatnya. Lalu kamu berpikir “If Justin Bieber a kid from a small town in Canada can got 4 trophy in one night, So every dream is Reachable” Seorang justin bieber aja bisa mewujudkan mimpinya, lalu kenapa kamu nggak bisa? Semua mimpi itu bisa dicapai asalkan kita mau menjalani prosesnya dan mau bekerja keras. Semenjak itu, Kamu ngefans sama Justin hingga mimpi kamu bertambah menjadi 4, yaitu sebelum kamu meninggal kamu ingin bertemu justin bieber.
Semangatmu semakin bertambah, desktop background laptopmu Justin bieber, kamu selalu memutar lagu justin bieber setiap ada kesempatan. Lalu kamu cerita ke orangtua mu kalo Justin Bieber itu menambah semangat kamu, kamu cerita semua tentang justin bieber ke orangtua mu.Orangtua mu sangat senang buah hatinya mempunyai semangat yang tinggi, semenjak itu orangtua mu selalu membelikan barang2 yang berhubungan dengan justin karena ingin menambahkan semangatmu. 
4 bulan sudah semenjak kamu dinyatakan menyidap penyakit pengerikan itu, saatnya control ke dokter . Selama perjalan, kamu dan orangtuamu selalu berdoa semoga ada kemajuan dalam dirimu walaupun hanya 0,0001%. Sampai di Rumah sakit, kamu menjalankan pemeriksaan. Lalu dokter memberikan 1 berita baik dan 1 berita buruk, berita baiknya adalah kamu cukup bisa mengontrol diri dalam mengatasi penyakitmu sehingga tidak gampang terserang demam tinggi. Berita buruknya… Penyakit ini telah menyerang 38% paru2 kamu. Saat mendengar berita buruk, kamu bisa melihat kesedihan yang mendalam di muka orangtua mu, kamu pun kecewa tapi kamu berkata pada hatimu sendiri “Miracle will come to me, just if I believe. And Remember about Justin bieber. Never Say Never” 

Pagi ini kamu bangun dan menerima sms dari om-mu, sebut saja namanya om Ray. “hey my little nephew. Please meet me at green café this afternoon. I’ve a good news from you” Om mu sangat menyayangi mu, dia menganggap kamu sebagai anaknya sendiri ya karena memang dia belum mempunyai anak. Karena kamu mendengar kata ‘good news’ dengan penuh semangat kamu mandi dan minta izin ke ayah mu untuk bertemu om mu siang ini. Kamu diantar supir menuju ke green café, tiba disana ternyata om ray sudah menunggu. Dengan semangat kamu segera bertanya tentang berita bagus yang tadi dikatakan lewat sms “Om apa berita bagusnya? Ayo cepat kasih tau aku!!!” dengan santai om ray menjawab “Kita pesen makan dulu dong, gak sabaran bgt sih kamu” om ray mau ngebuat kamu semakin penasaran.

to be continued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar